Google resmi meluncurkan aplikasi Gemini native untuk macOS. Dilengkapi fitur akses cepat keyboard shortcut, analisis layar, hingga pembuatan gambar dan video.
Google terus memperluas jangkauan asisten kecerdasan buatan (AI) miliknya melampaui aplikasi seluler dan layanan web. Setelah merilis aplikasi Gemini untuk Windows pada Selasa lalu, raksasa teknologi ini secara resmi meluncurkan aplikasi Gemini “native” untuk pengguna Mac pada Rabu (15/4/2026).
Dikutip dari laporan Engadget, aplikasi Gemini untuk macOS ini dirancang sebagai pengalaman desktop asli yang dapat diakses secara instan melalui keyboard shortcut. Secara default, menekan tombol Option + Space akan membuka jendela chat mini, sementara kombinasi Option + Shift + Space akan membuka pengalaman chat penuh. Pengguna juga dapat menyesuaikan pintasan tombol ini melalui pengaturan aplikasi.
Salah satu keunggulan utama aplikasi desktop ini adalah kemampuannya untuk berinteraksi dengan konten yang ada di layar pengguna. Pengguna dapat membagikan apa pun yang sedang mereka lihat—mulai dari dokumen, data, kode pemrograman, hingga gambar—dan mengajukan pertanyaan terkait konten tersebut kepada Gemini.
Selain itu, terdapat opsi untuk membagikan seluruh halaman web ke dalam aplikasi, bukan hanya bagian yang terlihat di layar. Aplikasi ini juga mendukung pembuatan gambar secara instan melalui model Nano Banana dan pembuatan video melalui model Veo.
Aplikasi Gemini ini tersedia untuk perangkat Mac yang menjalankan sistem operasi macOS 15 (macOS Sequoia) atau versi yang lebih baru. Layanan ini sudah dapat diunduh di semua negara dan bahasa yang mendukung ekosistem Gemini.
“Kami sedang membangun fondasi bagi asisten desktop yang benar-benar personal, proaktif, dan kuat, dengan lebih banyak berita yang akan dibagikan dalam beberapa bulan mendatang,” ungkap Michael Friedman, Group Product Manager untuk aplikasi Gemini, dalam sebuah unggahan blog resmi.
Langkah Google ini dinilai sangat strategis, mengingat Apple juga dikabarkan tengah menyiapkan perombakan besar-besaran pada Siri dengan dukungan AI generatif yang akan memulai debutnya di ajang WWDC Juni mendatang. Menariknya, sistem AI milik Apple tersebut disebut-sebut juga akan ditenagai oleh model-model dari Gemini.
Analisis Redaksi Asatunews.my.id: Asisten AI Utama
Dengan merilis aplikasi native untuk Windows dan Mac secara berurutan, Google ingin memastikan Gemini menjadi asisten AI utama di semua platform kerja, tidak hanya terbatas di browser atau ponsel. Ini adalah upaya untuk mengubah perilaku pengguna agar menjadikan AI sebagai bagian dari alur kerja sistem operasi (OS).
Fitur “berbagi layar” menunjukkan arah baru AI yang lebih sadar konteks. Gemini tidak lagi hanya menjawab perintah teks statis, tetapi mampu memahami apa yang sedang dikerjakan pengguna secara real-time. Tantangannya adalah meyakinkan pengguna mengenai keamanan data saat AI memiliki akses untuk “melihat” layar mereka.
Terjadi dinamika yang unik di mana Google bersaing secara langsung dengan Apple di ranah asisten desktop (Siri vs Gemini), namun di sisi lain, Apple kemungkinan besar akan menggunakan model Gemini milik Google untuk memperkuat ekosistem AI mereka sendiri.
Integrasi langsung dengan pembuat gambar (Nano Banana) dan video (Veo) di tingkat desktop memberikan keunggulan kompetitif bagi para profesional kreatif yang menggunakan Mac, memungkinkan mereka menghasilkan konten tanpa perlu berpindah-pindah antar tab browser. *****
