ASATUNEWS.MY.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Jumat sore (31/10) ditutup di zona merah. IHSG melemah 20,18 poin atau 0,25 persen ke posisi 8.163,88, mengikuti tren pelemahan mayoritas bursa saham di kawasan Asia. Sementara itu, indeks kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 juga mencatatkan penurunan sebesar 5,40 poin atau 0,65 persen ke posisi 831,54. Total frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.977.765 kali transaksi dengan nilai Rp19,17 triliun, di mana 377 saham menurun, dan hanya 272 saham yang menguat.

Pelaku Pasar Anggap Kesepakatan Dagang Hanya De-eskalasi Ketegangan, Bukan Perubahan Struktural

Pelemahan ini terjadi meskipun ada kabar positif mengenai kesepakatan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk memperpanjang gencatan senjata dalam perang dagang kedua negara. Namun, kabar tersebut tidak cukup mengangkat sentimen pasar. “Bursa saham Asia mayoritas ditutup melemah meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata dalam perang dagang antara kedua negara,” ujar Tim Riset Phillips Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta, Jumat. Pelaku pasar cenderung melihat kesepakatan dagang tersebut sebagai penurunan ketegangan (de-eskalasi) semata, bukan perubahan struktural mendasar dalam hubungan kedua negara, bahkan diperkirakan kedua belah pihak hanya mengulur waktu untuk mengurangi ketergantungan satu sama lain di bidang strategis.

Di tengah tekanan jual tersebut, lima sektor tercatat mampu menguat, dipimpin oleh sektor infrastruktur yang naik sebesar 1,31 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan barang konsumen non primer. Namun, kenaikan ini tidak mampu menahan laju penurunan yang dipimpin oleh enam sektor yang melemah. Sektor industri mencatatkan penurunan terdalam sebesar 1,54 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor barang baku yang masing-masing turun 0,96 persen dan 0,78 persen. IHSG sendiri sempat dibuka menguat, namun kemudian bergerak ke teritori negatif hingga akhirnya betah di zona merah sampai penutupan perdagangan saham. (A-1)

By Endang Suherman

Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *