JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID — Konflik yang melanda Sudan mencapai titik tergelapnya dengan laporan tragedi kemanusiaan di El Fasher, Provinsi Darfur Utara. Lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas dalam kurun waktu singkat 48 jam setelah kota tersebut sepenuhnya diambil alih oleh Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) pada 26 Oktober. Sementara itu, dampak mengerikan dari pertempuran ini juga memaksa ratusan ribu warga meninggalkan rumah mereka. Juru bicara Tentara Pembebasan Sudan pro-pemerintah, Agad bin Kony, mengungkapkan kepada RIA Novosti pada Kamis (30/10/2025) bahwa lebih dari 390.000 warga terpaksa mengungsi akibat insiden tersebut.

Krisis Kemanusiaan di Sudan Memburuk, Lebih dari 390.000 Warga Terpaksa Mengungsi

Meskipun jumlah total korban tewas tidak dapat segera dikonfirmasi, citra satelit yang diambil pasca penyerangan menunjukkan indikasi kuat terjadinya pembunuhan massal. Menurut laporan Daily Mail, citra tersebut bahkan memperlihatkan bukti dengan adanya genangan darah dan tumpukan mayat yang dapat terlihat dari luar angkasa, menegaskan kekejaman yang terjadi di lapangan. Perang di Sudan sendiri berakar dari perebutan kekuasaan antara dua kekuatan militer utama: Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) yang dipimpin Panglima Militer Abdel Fattah al‑Burhan, dan RSF yang dikomandani Mohamed Hamdan Dagalo (Hemedti).

RSF, yang berakar dari milisi Janjaweed—milisi yang dituduh melakukan kejahatan perang pada awal 2000-an—menjelma menjadi kekuatan besar yang menyaingi militer resmi Sudan. Ketegangan keduanya memuncak saat rencana integrasi RSF ke dalam SAF sebagai bagian dari transisi menuju pemerintahan sipil ditolak oleh Hemedti, yang khawatir kehilangan otonomi pasukannya. Perselisihan ini kemudian meletus menjadi perang terbuka pada 15 April 2023, dimulai di Khartoum dan kemudian menyebar ke berbagai kota, termasuk Darfur. Insiden berdarah di El Fasher kini menjadi puncak terbaru konflik yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan menjerumuskan Sudan dalam krisis kemanusiaan yang parah. (A-1)

By Endang Suherman

Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *