JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID – Kabar gembira datang dari dunia literasi dan perfilman tanah air. Buku memoar fenomenal karya aktris Aurélie Moeremans yang berjudul “Broken Strings” dikabarkan akan segera diadaptasi menjadi format film atau limited series.
Kisah Pilu Memoar ‘Child Grooming’ Aurélie Moeremans Siap Diangkat ke Layar Lebar atau Serial
Sejak dirilis awal tahun 2026, buku ini terus menjadi buah bibir karena keberanian Aurélie mengungkap sisi gelap perjalanan hidupnya. Antusiasme publik yang tinggi ternyata memicu ketertarikan sejumlah rumah produksi (Production House/PH) besar untuk mengangkat kisah tersebut ke layar kaca.
“Aku sih senang banget kalau suatu hari Broken Strings bisa diadaptasi jadi film atau limited series, biar impact-nya bisa lebih luas,” tulis Aurélie Moeremans melalui saluran Instagram pribadinya, Senin (12/1/2026).
Latar Belakang: Keberanian Mengungkap Luka Masa Lalu
Broken Strings bukan sekadar buku biasa. Ini adalah sebuah memoar jujur yang ditulis sendiri oleh Aurélie Moeremans. Di dalamnya, ia mengisahkan perjalanan hidup yang mendalam, termasuk pengalaman pahit menjadi korban child grooming saat dirinya masih berusia 15 tahun.
Buku ini menarik simpati luar biasa dari pembaca karena mengungkap hal-hal sensitif seperti kekerasan seksual dan trauma masa lalu. Tujuan utama Aurélie menulis buku ini adalah untuk memberikan edukasi serta dukungan bagi para penyintas agar berani bersuara.
Kronologi Adaptasi: Dari Permintaan Pembaca hingga “Rebutan” PH
Proses rencana adaptasi film ini tergolong sangat cepat. Berikut adalah urutan kejadiannya:
1. Dukungan Masif Pembaca (Awal Januari 2026)
Setelah buku tersebut viral, banyak pembaca yang menyarankan agar kisah ini difilmkan agar pesannya sampai ke audiens yang lebih luas, terutama terkait bahaya child grooming.
2. Respons Positif Aurélie
Menanggapi permintaan penggemar, Aurélie memberikan sinyal hijau. Ia bahkan sempat meminta saran kepada pengikutnya mengenai siapa sutradara atau produser yang paling cocok untuk menggarap proyek ini agar pesan di dalamnya tetap terjaga.
3. Ketertarikan Banyak Rumah Produksi (12 Januari 2026)
Melalui unggahan terbarunya, Aurélie mengonfirmasi bahwa sudah ada beberapa rumah produksi yang menyatakan minat serius. Ia bahkan mengaku terkejut dengan kecepatan respons industri film.
“Ada beberapa PH yang tertarik.. Ada satu yang aku gak sangka-sangka!” ungkapnya penuh antusias.
4. Aurélie Merasa “Cemburu” pada Bukunya
Melihat fenomena banyaknya PH yang mengejar hak adaptasi bukunya, Aurélie sempat melontarkan candaan. Ia merasa ini adalah momen langka dalam kariernya di mana karya tulisnya justru lebih “dikejar” daripada sosok dirinya sebagai aktris.
“Apa aku harus cemburu sama buku aku ya? First time in my life sebanyak ini production houses ngejar di waktu yang sama… and it’s not even for me, it’s for Broken Strings,” tulisnya.
Masih Rahasia: Menunggu Pengumuman Resmi
Meski sudah ada kesepakatan yang mulai terbentuk, Aurélie Moeremans memilih untuk merahasiakan nama rumah produksi yang akan menggarap proyek tersebut. Ia mengaku khawatir akan menghambat proses jika diungkap terlalu dini.
“Can’t spill yet.. Takut jinx it.. TAPI AKU EXCITED BANGET, DOAIN LANCAR!” tutupnya.
Hingga saat ini, para penggemar mulai berspekulasi mengenai jajaran pemain dan sutradara yang akan terlibat. Banyak yang berharap Aurélie tetap memegang peran penting dalam pengawasan kreatif agar esensi dari “Broken Strings” tidak hilang dalam versi visualnya. (A-1)
