Mata panda sering dianggap karena kurang tidur, namun pakar dermatologi ungkap 6 penyebab lingkaran hitam di bawah mata dan cara mengatasinya secara tepat.
JAKARTA, ASATUNEWS.MY. ID – Lingkaran hitam di bawah mata atau yang populer disebut “mata panda” sering kali dianggap sebagai tanda kelelahan atau kurang tidur. Namun, ternyata anggapan tersebut tidak selalu benar.
Pakar dermatologi asal Hyderabad, Dr. Praneeta Jain, mengungkapkan bahwa memahami penyebab pasti dari lingkaran hitam sangatlah krusial sebelum memulai perawatan apa pun. Menurutnya, penggunaan krim mata sembarangan tanpa mengetahui jenisnya hanya akan membuang waktu dan biaya.
“Krim pencerah tidak akan membantu jika masalahnya adalah kehilangan volume (cekung), dan tidak ada krim yang bisa membantu jika masalahnya adalah faktor genetik,” ujar Dr. Jain melalui unggahannya di media sosial X, dikutip dari Hindustan Times, Senin (30/3/2026).
Berdasarkan penjelasan Dr. Jain, berikut adalah enam jenis utama penyebab mata panda dan cara penanganannya:
1. Tipe Pigmentasi (Berwarna Cokelat)
Tipe ini ditandai dengan warna cokelat konsisten di bawah mata, yang disebabkan oleh kelebihan melanin. Hal ini bisa dipicu oleh genetik, paparan sinar matahari, alergi, atau kebiasaan menggosok mata.
Solusi: Penggunaan sunscreen harian di area mata, kandungan Vitamin C, kojic acid, atau niacinamide.
2. Tipe Struktural (Cekungan)
Mata terlihat gelap karena adanya bayangan akibat penyusutan bantalan lemak di bawah mata (sering disebut tear trough). Kondisi ini biasanya memburuk seiring bertambahnya usia.
Solusi: Filler bawah mata oleh dokter ahli. Produk topikal atau krim tidak akan memberikan hasil karena tidak bisa mengembalikan volume yang hilang.
3. Garis Demarkasi Pigmen
Kondisi ini berupa garis tajam yang memisahkan area bawah mata dan pipi. Ini adalah variasi alami pada kulit dan bersifat konstitusional (bawaan lahir).
Solusi: Konsistensi penggunaan SPF, laser toning, atau chemical peeling.
4. Kekenduran Kulit dan Garis Halus
Kulit yang kendur atau berkerut menciptakan lipatan dan bayangan yang terlihat gelap. Ini biasanya berkaitan dengan masalah penuaan.
Solusi: Penggunaan Retinol (dosis khusus mata), skin booster, atau perawatan frekuensi radio.
5. Tipe Vaskular (Berwarna Biru/Ungu)
Pembuluh darah di bawah kulit yang tipis terlihat jelas, terutama saat sirkulasi darah lamban akibat dehidrasi atau kurang tidur.
Solusi: Tidur yang cukup, hidrasi, dan krim mata mengandung kafein untuk menyempitkan pembuluh darah sementara.
6. Tipe Kombinasi
Banyak orang, terutama di wilayah Asia, memiliki campuran dari beberapa tipe di atas. Inilah alasan mengapa satu jenis perawatan sering kali terasa tidak membuahkan hasil.
Selain faktor kulit, Dr. Jain mengingatkan adanya pemicu sistemik seperti anemia defisiensi besi, alergi kronis, disfungsi tiroid, hingga dehidrasi. Ia menyarankan masyarakat untuk melakukan tes hemoglobin, feritin, dan tiroid sebelum memulai pengobatan intensif.
Analisis Strategis Asatunews.my.id: Jangan Terjebak Beli Produk
Ulasan mengenai mata panda ini memberikan perspektif baru bagi industri kecantikan dan kesehatan di Indonesia:
Edukasi Lawan Konsumerisme: Banyak konsumen terjebak membeli produk “eye cream” mahal tanpa hasil. Penjelasan Dr. Jain mengenai tipe struktural (cekungan) yang tidak bisa disembuhkan dengan krim merupakan bentuk edukasi jujur yang dibutuhkan pembaca agar lebih bijak dalam berbelanja skincare.
Kaitan Kesehatan Dalam dan Luar: Analisis ini menekankan bahwa masalah kecantikan seringkali berakar pada kondisi medis seperti anemia atau tiroid. Bagi media seperti Asatunews, ini adalah peluang untuk mendorong pembaca melakukan pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up) daripada hanya fokus pada estetik luar.
Peluang Klinik Estetika: Dengan pemahaman bahwa beberapa tipe mata panda (seperti tipe struktural dan kendur) memerlukan tindakan medis seperti filler atau laser, tren ini akan meningkatkan permintaan pada jasa dokter spesialis kulit dan klinik estetika profesional di kota-kota besar.
Secara teknis, penanganan mata panda haruslah bersifat personal (personalized). Jika lingkaran hitam Anda tidak kunjung hilang meski sudah tidur cukup, mungkin sudah saatnya beralih dari krim toko ke konsultasi medis profesional. ****
