Botol parfum klasik Kiehl’s Original Musk dengan kemasan botol cokelat minimalis yang kini menjadi tren aroma signature bergaya old money.
Botol parfum klasik Kiehl’s Original Musk dengan kemasan botol cokelat minimalis yang kini menjadi tren aroma signature bergaya old money.

Parfum Kiehl’s Original Musk mendadak viral dan diburu Gen Z. Terinspirasi dari ikon gaya Carolyn Bessette Kennedy, aroma musk kini jadi tren aroma ‘bersih’.

Demam gaya klasik Carolyn Bessette Kennedy (CBK) nampaknya belum meredup di tahun 2026. Setelah tren rambut “Bessette Blonde” dan gaya pakaian minimalis ala 90-an meledak, kini para pencinta mode mulai berburu aroma tubuh yang identik dengan sang ikon gaya tersebut. Akibatnya, parfum klasik Kiehl’s Original Musk kini mendadak viral dan mengalami lonjakan permintaan yang drastis.

Dikutip dari laporan Byrdie, Senin (13/4/2026), keterkaitan antara Kiehl’s Original Musk dengan CBK bermula dari sulitnya menemukan parfum asli yang dikenakan sang ikon, yakni Abdul Kareem’s Egyptian Musk Oil. Parfum langka tersebut kabarnya dibanderol hingga 2.500 dolar AS (sekitar Rp40 juta) di situs lelang eBay.

Sebagai alternatif yang lebih terjangkau namun memiliki nuansa aroma yang serupa, publik kini beralih ke Kiehl’s Original Musk. Pihak brand melaporkan adanya kenaikan trafik sebesar 86 persen pada produk wewangian tersebut sejak serial yang mengisahkan cinta CBK dan JFK Jr. dirilis.

Meskipun baru viral kembali saat ini, Kiehl’s Original Musk memiliki sejarah panjang yang mendalam. Berdasarkan sejarah apothecary asli di East Village, New York, wewangian ini diciptakan pada tahun 1920-an.

Uniknya, formula ini sempat tersimpan lama di laboratorium dan baru ditemukan kembali pada tahun 1950-an dalam sebuah tong bertuliskan “Love Oil”. Produk ini akhirnya resmi dirilis ke publik pada tahun 1963 dan bertahan sebagai salah satu produk cult classic hingga sekarang.

Kiehl’s mendeskripsikan parfum ini sebagai aroma aromatik yang lembut untuk pria maupun wanita (unisex). Berikut adalah komposisi aromanya:

Top Notes: Nektar Bergamot dan Orange Blossom.

Heart Notes: Mawar, Lily, Ylang-ylang, dan Neroli.

Base Notes: Tonka nut, White Patchouli, dan Musk.

Para pengguna menggambarkan aromanya seperti “pakaian bersih yang baru dicuci,” sedikit bernuansa bedak, namun tetap memberikan kesan hangat. Karakter aromanya yang tidak mencolok namun berkarakter dinilai sangat cocok dengan estetika kemeja putih bersih dan tas kulit minimalis yang menjadi ciri khas Carolyn Bessette Kennedy.

Merespons tren ini, Kiehl’s bahkan merilis paket khusus bernama “Iconic Duo” yang menggabungkan parfum tersebut dengan produk perawatan rambut favorit CBK, Crème with Silk Groom.

Analisis Strategis Asatunews.my.id:  Fenomena Budaya

Kembalinya popularitas parfum klasik Kiehl’s Original Musk di tahun 2026 mencerminkan beberapa fenomena budaya yang menarik:

Estetika ‘Old Money’ yang Persisten: Kebangkitan minat terhadap CBK adalah bukti bahwa konsumen, terutama milenial dan Gen Z, masih sangat terobsesi dengan gaya Old Money yang bersifat timeless. Mereka tidak lagi mencari wewangian yang terlalu manis atau mencolok, melainkan aroma “bersih” yang memberikan kesan kemewahan yang tenang (quiet luxury).

Kekuatan Narasi Sejarah (Brand Lore): Cerita tentang “Love Oil” dari tahun 1920-an memberikan nilai tambah emosional bagi pembeli. Di tengah pasar parfum yang jenuh dengan produk baru, konsumen cenderung mencari produk yang memiliki akar sejarah dan kredibilitas jangka panjang.

Dampak Pop Culture pada Penjualan: Serial biopik atau dokumenter mengenai tokoh ikonik terbukti menjadi penggerak ekonomi yang masif. Kenaikan trafik 86 persen menunjukkan bahwa hiburan visual adalah mesin pemasaran paling efektif untuk membangkitkan kembali produk-produk under-the-radar menjadi arus utama.

Tren Aroma Unisex: Keberhasilan Kiehl’s dalam memasarkan aroma unisex sejak 1960-an kini memanen hasil di era modern. Masyarakat tahun 2026 semakin nyaman dengan wewangian yang melampaui batasan gender, mengutamakan kenyamanan aroma (seperti bau pelukan atau bau bayi yang bersih) di atas pelabelan feminin atau maskulin.

Viralnya Kiehl’s Original Musk membuktikan bahwa dalam dunia kecantikan, sesuatu yang berkualitas dan memiliki karakter kuat akan selalu menemukan jalan untuk kembali menjadi tren, tak peduli berapa dekade telah berlalu. ****

By Endang Suherman

Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *