Mabes TNI dan KBRI Beirut tengah mengurus administrasi pemulangan jenazah Praka Farizal Rhomadhon, anggota Satgas UNIFIL yang gugur di Lebanon akibat serangan IDF.
JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID — Markas Besar (Mabes) TNI memastikan bahwa pemerintah Indonesia tengah mengupayakan percepatan proses pemulangan jenazah Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon ke tanah air.
Praka Farizal merupakan anggota Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ia dinyatakan gugur setelah terkena serangan artileri Angkatan Pertahanan Israel (IDF) pada hari Minggu (29/03/2026) lalu.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan bahwa saat ini jenazah almarhum masih berada di lokasi pangkalan militer di Lebanon.
“Jenazah Farizal saat ini tengah disemayamkan di East Sector Headquaters (HQ). Dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut,” ujar Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, dikutip dari laman Bloomberg Technoz, Senin (30/03/2026).
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI memberikan jaminan bahwa negara akan memenuhi seluruh hak bagi ahli waris almarhum Praka Farizal Rhomadhon sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, memaparkan sedikitnya ada enam hak yang akan diterima oleh keluarga ahli waris.
“Selama enam bulan ke depan, keluarga Farizal akan tetap mendapatkan gaji terusan, dan pemerintah juga akan membantu pendidikan anak Farizal melalui beasiswa,” ungkap Brigjen Rico.
Selain gaji terusan dan beasiswa pendidikan, pemerintah juga akan menyalurkan dana Baltab TWP AD, uang duka wafat, dana watzah (perawatan jenazah), serta menanggung seluruh biaya pemakaman almarhum hingga ke liang lahat.
Praka Farizal Rhomadhon dikenal sebagai prajurit yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan mandat PBB di Lebanon Selatan, wilayah yang belakangan ini mengalami peningkatan eskalasi konflik akibat serangan lintas batas.
Analisis Strategis Asatunews.my.id: Catatan Penting bagi Diplomasi Militer
Gugurnya Praka Farizal Rhomadhon di medan tugas Lebanon memberikan beberapa catatan penting bagi diplomasi militer dan perlindungan personel TNI di luar negeri:
Risiko Tinggi di Misi UNIFIL: Kejadian ini menunjukkan betapa tingginya risiko yang dihadapi Kontingen Garuda di wilayah Lebanon Selatan seiring meningkatnya serangan artileri IDF secara sporadis. Hal ini menuntut evaluasi keamanan lebih lanjut terhadap titik-titik pangkalan militer PBB yang ditempati personel Indonesia agar kejadian serupa dapat diminimalisir.
Kecepatan Diplomasi KBRI: Pelibatan aktif KBRI Beirut dalam pengurusan administrasi di tengah situasi konflik sangat krusial. Kecepatan pemulangan jenazah bukan hanya soal logistik, melainkan bentuk penghormatan tertinggi negara kepada prajuritnya agar bisa segera dimakamkan secara layak oleh pihak keluarga.
Jaminan Kesejahteraan Ahli Waris: Langkah Kemhan dalam memberikan enam poin hak ahli waris (termasuk beasiswa dan gaji terusan) merupakan standar krusial untuk menjaga moralitas prajurit yang tengah bertugas di luar negeri. Kepastian ini menjadi sinyal bahwa negara hadir dan tidak melepaskan tanggung jawab bagi keluarga yang ditinggalkan oleh pahlawan devisa perdamaian tersebut. ****
